ketika bulan nampak begitu lelah pada pelupuk matamu
terpaksa terpejammu menghapus lengkung sabit yang terlalu tua untuk kau tunggu.
engkau tertidur.
(dalam lelapmu, apa yang bisa kulakukan, selain terjaga akanĀ teduh wajahmu, sampai hari meninggi, sampai aku sebaik-baik memahami kalimatmu padakuĀ “ana uhibbuki zaujati al mahbubah”)