Posted: Agustus 17, 2010 in Uncategorized

ketika bulan nampak begitu lelah pada pelupuk matamu

terpaksa terpejammu menghapus lengkung sabit yang terlalu tua untuk kau tunggu.

engkau tertidur.

(dalam lelapmu, apa yang bisa kulakukan, selain terjaga akanĀ  teduh wajahmu, sampai hari meninggi, sampai aku sebaik-baik memahami kalimatmu padakuĀ  “ana uhibbuki zaujati al mahbubah”)

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s