Scene 1 2 salik menari “orang yang berpengetahuan sejati adalah sendirian, dan dia yang mencintai Dia hidup dalam penderitaan, dan dia yang hidup untuk Dia, kehilangan segalanya {Al Hallaj} → musik masuk Kebun ma’rifat 16:15 “Aku” bermonolog Aku mencintai taman ini. Tempat dimana aku bisa berkhalwat dengan ciptaan Tuhanku. Bangku- bangku kosong, menanti manusia duduk [...]
Arsip untuk ‘naskah teater’ Kategori
Aku kaku, malam ini aku akan menggandeng seorang perempuan yang siluet nya seperti rembulan. Aku heran, mengapa malam ini terjadi begitu saja, mungkin…inilah satu malam dalam ribuan hariku yang bisa kukenang. Tak kubayangkan aku akan melukis malamku dengan seorang makhluk ciptaan Tuhan yang sempurna….aih, kenapa mulai jadi melankolis seperti ini. Menjemput seorang nona, mengetuk pintu [...]
Tokoh 1: Lintang Tokoh 2: Laras Scene 1 Panggung kosong. Lengang. 2 orang perempuan duduk (agak berjauhan). Berdialog musik LINTANG Aku ingat, Sayuri-geisha bermata abu-abu luar biasa- membeli es serut yang bertangkai bambu siang itu. Sebenarnya dia tidak bermaksud membelinya, tetapi dengan memakan es itu, kenangan akan pria berwajah setenang Bodhisatwa yang dikaguminya, akan tetap [...]