(1) Dan Dia tuliskan semenjak penciptaanku dimulai. tinta cinta yang mengalir pada darahku. sejak itu aku mengeja cinta dengan banyak hati karena hidup mengajari bagaimana aku harus berbagi (2) aku meretakkannya kau memecahkannya dan pada akhirnya aku kehilangan keindahan itu… (3) pada jantera yang tiada berhenti meski jalan berbatu,berlumpur berpasir pun berair. seperti [...]
Arsip untuk ‘sajak’ Kategori
untuk sahabatku, Cloud bright I kau lipat selampai kertas, kau jadikan perahu, kau layarkan pada percik embun, di fajar pertama II Kau sapukan jingga, pada atap hatimu jingga pertama, yang kau tak pernah tahu. (07:34, ketika pesan terabaikan…) Kenapa aku mengejar waktu pembuktian?, karena aku bosan dengan “biarlah waktu yang akan membuktikan”.
untuk an Pada keheningan, berdoa: melayarkan bahtera pada telaga (21:09, malam ramadhan)
I Hujan begitu menderas Pohonan meliuk liuk di hantam angin Air menghujam seperti ribuan jarum Lampu lampu dibikin padam Sore yang ramai lagi sunyi… II Setelah hujan mereda, Titik titik air berbaris pada daun Tangkai tangkai mawar melengkung Lampu lampu jalan mengabut Langit menjadi lebam Angin menjadi diam Sekali lagi… sunyi III Embun berderet pada [...]
Kita pernah menggambar seorang ksatria berwajah cantik berbaju zirah yang tak lumrah. Setelah kau melukis daun-daun waru pada selendangnya, aku membubuhkan nama kita berdua. Kau minta aku menyimpannya. Mungkin suatu saat nanti kita akan kenang bersama. Sofia, ksatria itu berperang dalam mimpiku . Dengan gagah ia ayunkan pedang yang dipangkalnya tersimpul pita merah kirmizi, hingga [...]
Singgah sejenak saat senja, selintas suara sore senandungkan sedih ragaku rapuh, ruangku renta, waktuku beku, langitku kelabu, wajahku kuyu, mulutku kaku, bibirku kelu, pikirku buntu, Allah… gerak gerimis gamang gariskan gersang rantingkan runtuh, rumputkan redup, hilang hidup hingga hampa hasrat, hancur hati hingga harap habis Allah… Dengung dongeng dunia tenggelamkan tubuhku Allah…Allah… Sempatkan taubatku sampai [...]
Obrolan Qais, Batman, dan Rintik Kecil suatu malam, sehabis hujan.
Posted: Agustus 28, 2008 in sajakQais: …kecuali barisan puisi, yang terus mengisi malam di spirit of java, yang semakin sunyi, akibat guyuran hujan lebat Rintik kecil: Sajak berlompatan diantara kubangan. Puisi berlarian bersama deru knalpot Syair bernyanyi di tengah tengah secangkir kopi Aih aih, malam bertambah malam. Qais: Akan sangat indah Saat langit membuka hiasan abadinya. Ribuan cahaya tergantung, diantara [...]
Kabarkan pada merah hatinya, bahwa setitik merah kirmizi menggenang pada palet hatiku. Kulukis perciknya semerah marun yang entah kapan kan purna. Seperti langit yang memerah saga tanpa peyangga tanpa muara Kabarkan pada hijau hatinya, bahwa pupus hatiku tumbuh bersama asa yang kadang tiada Kusiram hijau lumutnya hingga menjadi tua, menunggu kapan kan moksa. Hingga jenuh [...]
Jika suatu sore kau hendak menemuinya, seperti biasa, kau akan mendapatinya duduk manis di atas tangga. Kadang ia membawa pinsil dan beberapa lembar kertas. Kadang pula ia membawa buku dan radio. Dia akan berlama-lama bersandar pada dinding sampai puas hatinya. Sampai ia selesai bermain mata dengan kucing-kucing yang berlarian di genting. Sampai ia selesai membuat [...]
Pagimu adalah hamparan harapan Sejuk seperti riciknya air dari hulu ke hilir. Segar sepeti hijaunya daun sesawi sehabis kena hujan malam tadi. Siangmu adalah hamparan harapan. Berkawan matahari lintasi semesta raya. Berpeluh jalani titah kehidupan lelahkan ruh dan raga. Soremu adalah hamparan harapan Duduk tenang memandang sapuan warna angkasa. Tegak berdiri nikmati garis cakrawala nun [...]